Belanja Pemerintah jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi di Akhir 2020

Belanja Pemerintah jadi Penentu

Kepala Tubuh Kebijaksanaan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu, meramalkan perkembangan ekonomi Indonesia selama 2020 minus 1,1 %. Sesaat untuk skrip paling baik, ekonomi nasional cuman tumbuh sebesar 0,2 %.

“Perkiraan kita untuk akhir tahun 2020 ekonomi -1,1 % sampai 0,2 %. Semula jadi -1,7 % sampai -0,6 %,” tutur ia dalam acara Dialogue Kita, Jumat (2/10).

Menurut Febrio, perkiraan atas perkembangan ekonomi nasional tahun ini dikuasai oleh jebloknya perkembangan ekonomi semenjak kuartal I 2020. Selanjutnya, di kuartal II terkontraksi cukup dalam sebesar 5,32 %.

“Sebab kita pergi dari lowbase di 2020, satu, jadi tentu ada efeknya ke perkembangan kita,” jelas Bos BKF itu.

Selanjutnya, ia menyebutkan salah satu bagian yang dapat tumbuh positif serta dapat jadi bantalan ekonomi nasional sampai akhir tahun adalah pengeluaran pemerintah sendiri. Karena itu, berbelanja pemerintah harus digenjot pada tersisa dua kuartal tahun ini serta tahun seterusnya.

“Jadi, memang pemerintah masih meneruskan kebijaksanaan countercyclical pada 2021. Masih akan dilaksanakan berbelanja pemerintah,” sambungnya.

Selanjutnya, pemerintah terus lakukan penilaian pada share program ekonomi nasional (PEN) yang tidak berjalan. Terutamanya program yang dipandang susah untuk diterapkan selekasnya.

” Seperti, KUR banyak tidak dipakai untuk pagu 2020. Keinginannya dari sekian waktu kita terus penilaian, apa kebijakan yang disediakan ini inline dengan keperluan usaha serta ekonomi keseluruhnya,” pungkasnya

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, akui optimistis perkembangan ekonomi di 2021 sebesar 5,0 % bisa terealisasikan. Menurutya, pemulihan ekonomi sendiri diprediksikan pada kuartal III serta kuartal IV-2020 serta akselerasinya baru berlangsung di 2021.

“Kita proyeksikan di rata-rata 5,0 % serta pasti ini satu pemulihan yang perlu diusahakan serta menjaga lewat beberapa kebijaksanaan termasuk juga APBN,” katanya dalam video conference di Jakarta, Selasa (29/9).

Ia menyebutkan ada beberapa unsur yang dapat mengembalikan ekonomi indonesia serta membuat ekonomi RI tumbuh di 5,0 %. Diantaranya ialah usaha perlakuan Covid-19 yang tetap digencarkan di tahun ini serta diteruskan di 2021 dengan disiplin prosedur kesehatan dengan cara ketat.

“Makin kita dapat kontrol lewat disiplin prosedur, akan membantu untuk bereskan covid sekaligus juga mulai pemulihan ekonomi serta sosial,” katanya.

Seterusnya, unsur ke-2 yaitu tersedianya vaksin. Menurut dia, banyak beberapa hal optimistis tentang penemuan serta produksi vaksin termasuk juga dari Indonesia atau kerja sama dengan internasional. Kehadiran vaksin jadi penting, serta akan memberi keinginan baru buat warga.

“Kita melihat, timeline dari vaksin diprediksikan dapat kurangi ketidaktetapan khususnya di akhir tahun ini serta awal tahun kedepan. Ini pasti pengaruhi dari pemulihan ekonomi. Jika dapat peroleh vaksin serta vaksinasi lumayan luas, kita dapat akselerasi pemulihan ekonomi ,” katanya.

Selain itu, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) jadi konsentrasi serta senjata pemerintah pada tahun depan untuk jaga permintaan serta supplai. Dari bagian permintaan, beberapa pertolongan sosial serta pertolongan ke warga dengan cara langsung diinginkan bisa jaga minimal daya membeli dan ketahanan dari warga khususnya 40 % terikuth.

Selanjutnya dari bagian suplai side, pemerintah akan beri dukunganinsentif pajak, pertolongan credit serta penjaminan dari mulai usaha kecil menengah sampai korporasi.

“Dengan begitu, untuk pertolongan credit serta peletakan dana diinginkan akselerasi serta jadi rangsangan katalis buat keinginan pada credit modal kerja serta investasi. Ini adalah hal yang diinginkan berlangsung serta terakselerasi lewat interferensi pemerintah,” pungkasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sampaikan ekonomi Indonesia 2021 diproyeksi mulai sembuh pada rata-rata 5 %. Ini dikuasai oleh banyak hal. Salah satunya perlakuan covid-19, reformasi susunanal, serta suport ekspansi fiskal.

“Kita karena itu memproyeksikan ekonomi kita pada rata-rata 5,0 % serta pasti ini ialah satu pemulihan yang perlu diusahakan serta terus dijaga lewat beberapa kebijaksanaan termasuk juga dalam kebijaksanaan APBN,” tutur Menkeu dalam pertemuan wartawan, Selasa (29/9/2020).

Menkeu mengatakan, beberapa faktor penentu yang dapat mengembalikan ekonomi Indonesia, pertama perlakuan covid-19. Baik dari mulai tahun ini atau tahun kedepan. Ke-2, tersedianya vaksin.

“Kita lihat jika timeline dari vaksin diprediksikan bisa kurangi ketidaktetapan khususnya di akhir tahun ini serta awal tahun kedepan. Ini pasti benar-benar memengaruhi pemulihan ekonomi kita. Jika kita dapat memperoleh vaksin serta lakukan vaksin vaksinasi yang lumayan luas, karena itu kita akan dapat untuk dapat akselerasi pemulihan ekonomi ,’ kata Menkeu.

Selanjutnya, untuk tahun 2021 program pemulihan ekonomi nasional tetap jadi konsentrasi. Dan beberapa pertolongan untuk bagian permintaan masih tetap akan digelontorkan. Begitupun untuk suplai, pemerintah akan memberi suport dari mulai stimulan pajak, pertolongan credit serta penjaminan.

“Kita bukan hanya untuk mengatasi covid-19 serta mengembalikan ekonomi, tetapi kita akan memusatkan ke membuat dasar ekonomi Indonesia untuk Indonesia masih maju dengan cara bersaing, produktif serta inovatif,” kata Menkeu.

Dalam ini, lanjut Sri Mulyani, beberapa reform yang akan menjadi dasar akselerasi pembangunan fondasi Indonesia salah satunya omnibus Law Cipta kerja, reformasi di bidnag budget serta pemmembangun instansi pengelola investasi.

“Itu adalah beberapa cara atau alat yang kita kerjakan untuk dapat terhubung tempat kenaikan investasi dalam rencana untuk selalu tingkatkan investasi dalam rencana untuk tingkatkan produktivitas, daya saing serta iklim investasi kita,” kata Menkeu.

Dari bagian external, menkeu lihat ekonomi global diprediksikan bertambah positif. Hingga dapat bertambah aman.

“Berikut yang kita melihat di 2021. Jadi ada sense kepercayaan diri ada sense keinginan, tetapi ada juga sense beberapa langkah yang dilaksanakan pemerintah. Ada kepercayaan diri yakni berlangsung pemulihan ekonomi ada keinginan yakni jika perlakuan covid-19, serta ada pengobatan lewat vaksinasi. Dan ada sense determinasi untuk jalankan reformasi dalam rencana membuat reformasi ekonomi Indonesia lebih kuat. Ini kita kerjakan dengan terus-terusan dengan memakai instrumen khususnya dalam ini ialah instrumen fiskal yakni APBN,” ujar Menkeu.

Presiden Jokowi minta Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Panjaitan jaga perkembangan investasi supaya tidak minus di atas 5 %. Ini untuk mengangkat perkembangan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020.

Leave a Comment